Kamis, 02 April 2015

Air Barokah Pemberian MASYAYIKH



Air Barokah Pemberian MASYAYIKH
Created : Athiril MBAH Izin
Waktu senja telah tiba, matahari mulai meredupkan sinarnya, mega merah telah menyapa, hawa panas sudah tidak terasa, hawa dingin lekas menerpa, bulan dan bintang mulai menampakkan, SUBHANALLAH…..!!! sungguh indah tak terkira, mungkin inilah salah salah satu bukti atas kebesarannya.
LIRBOYO: kamis< 03-november-2014.
Pada suatu hari aku, rivan, edi, afa, dan nabil sepakat untuk berbuka puasa di luar pondok alias di induk(PON.PES. LIRBOYO). Suatu ketika aku awalnya bingung mau berbuka puasa di mana?..... karena sebenarnya aku jarang sekali berbuka puasa di induk. Aku akhirnya memilih berdiam diri di kamar sambil melalar NADZOM QOWA’ID AS-SHORFIYYAH.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 04.30sore, tetapi aku masih melalar nadzom ku. Bait demi bait aku baca dengan teliti, sampai pada akhirnya aku melihat edi dan nabil masuk kamar memakai pakaian sopan SYAR’AN WAR’ADATAN. “kayaknya mereka mau keluar” pikirku. Aku bertanya kepada edi. ”ed, arep neng ndi?....”.“arep buko poso neng induk,” Jawabnya, “karo sopo?” tanyaku lagi,”Karo Nabil”jawabnya, “Aku bareng oleh po ra?” tanyaku lagi,”Yo… tak enteni neng gerbang mburi,” Jawabnya. Tanpa berpikir panjang lagi, akhirnya aku memutuskan untuk berbuka puasa bareng Edi sama Nabil. Aku segera memakai pakaian sopan syar’an war’adatan dan siap-siap bergegas pergi, ketika aku sampai di pintu kamar, aku bertemu dengan afa, “Zin, koen kate nang ndi?”tanyanya”arep nang induk golek mangan kanggo buko poso.”jawabku.”nyapo awakmu arep melu to?”tanyaku”zo…..aku melu,entenono dilut.”jawabnya.”tak enteni nang gerbang mburi.”kataku sambil menuruni anak tangga,Disaat aku menuruni anak tangga ,aku bertemu dengan Rivan,setahuku juga puasa.”van buko neng endi?”tanyaku.”mbok kost paling!”jawabnya”kost,?!?...,enek bocah to seng jupuk kost?”tanyaku lagi”mboh”jawabnya…”ora enek bocah seng jupuk kos.”ujarku”mosok?”pintanya tidak percaya.”di omongi ngengkel,dari pada awak mu gak sido book poso,mending melu aku waebuko poso nang induk karo arek-arek seng poso,piye melu ora?’tanyaku”zo aku melu ,entenono dilut!tak salin klambi.”jawabnya.”
Saat aku sampai di gerbang belakang,sudah ada edi dan nabil dari tadi menunggu...Sepurane suwi!kataku.”Yo”jawab Edi..
Akhirnya kami berlima berangkat menuju induk.Saat sudah sampai di Induk lebih tepatnya diserambi masjid lawang songo, Kami berhenti sejenak untuk membahas warung mana yang akan kami tuju, akhirnya setelah meninbang berbagai pendapat . Maka kami putuskan untuk berbuka puasa diwarung Mesem, kami langsubg menuju kesana.
            Setelah kami sampai kewarung mesem, kami langsung memesan makanan dan minuman yang kami inginkan untuk berbuka puasa nanti. “Allahu akbar… Allahu akbar…” . adzan telah berkumandang dimasjid Lawang songo yang lokasinya tidak jauh dari warung mesem. “Alhamdulillah” kata kami serentak, kamipun langsung menyegerakan berbuka puasadimulai dengan minum dan dilanjutkan dengan membaca doa sebelum makan. Alhamdulillah betapa nikmatnya orang yang sedang berbuka puasa, kami juga bertemu dengan Aziz dan Ihab, mereka langsung bergabung dengan kami.
            Sesaat setelah kami makan, pas waktu aku meletakkan piring “Byurr” “panas….panas…panas.” gumamku. Ternyata air panas mendidih telah membasahi pakaian kami dan para pelanggan lain yang ada didalam warung, sotak, kami dan para pelanggan lain yang terkena air panas tadi langsung menuju kearah sumbernya ( orang yang menyiram,red ) Begitu kagetnya kami semua, sampai – sampai tidak ada yang bicara sepatah kata apapun, ketika melihat orang yang telah menyiram kami tadi, disitu berdiri seorang masayikh yang sedang memegang gayung berisi air panas. “Mbah Ahlis…!”. Kata salah seorang pengunjung yang lain. Aku dan para pengunjung yang masih ada didalam langsung berebut ingin keluar,walau harus berdesak-desakan.”hoy…….seng ngarep rasah kesuwe,selak di siram.”kata salh seorang pengunjung dengan nada suara agak tinggi,lucunya banyak pengunjung,banya k pengunjung yang berdesak-desakan tanpa melupakan (meninggalkan)apa yang mereka bawa (makan)sebelumnya.Banyak pengunjung berdesak-desakan sambil membawa piring(masih ada nasinya,RED)lauk pauk(ayam,gorengan,krupuk)atau jajan yanh lain,serta tidak lupa juga membawa minuman yang mereka pesan  tadi.yang lebih lucunya lagi,ada beberapa pengunjung yang hanya membawa sendoknya.jadi pas waktu berhasil keluar pintu,mereka (pengunjung)hanya bisa menunggu,sambil makan atau minum yang mereka bawa pas waktu berdesak-desakan tadi.terkecuali pengunjung yang membawa sendok,yang hanya bisa menunggu keadaan kembali seperti semula.
Tak berselang lama,Mbah Ahlis keluar warung melewati pintu belakang.
Keadaan seperti semula,kami segera menmbayar makan dan minum yang tadi kami makan.Setelah itu,kami segera bergegas kembali menuju pondok dalam keadaan basah kuyub,dan kulit kami yang merah dan memar akibat insiden tadi,bahkan rasa panas masih aku rasakan.”mungkin inilah rasanya mendapat air barokah dari Masayikh.”pikirku……sekian DIRIKU,wasalam……!

0 komentar:

Posting Komentar