Menahan Dari
Gencatan
Created by: Rivan_Medioen el-g_penk
Created by: Rivan_Medioen el-g_penk
Pada waktu malam hari setelah mengikuti pengajian bersama pak slamet (
shela ) aku berjalan menuju kamar , setelah sampai di kamar aku ganti pakaian
dan meletakkan kitab dan bolpointku di lemari .
Setelah itu
aku pun pergi keluar kamar, ditengah perjalanan aku melihat seorang bapak berdiri
di depan kamarnya . Akupun di panggil olehnya, tak lain bapak itu adalah guruku
sendiri yaitu “ Bpk . Aheng” , kemudian aku disuruh untuk mengambil gallon di
warung bawah pohon bamboo, setelah sampai di kamar aku pun di suruh duduk olehnya .
Akupun
disuruh istirahat olehnya dengan nafas yang agak deg-degan karena kelelahan, setelah mengangkat gallon tadi
saya disuguhi olehnya roti dan segelas
susu di temani temanku yang biasanya berada di kamar pak aheng sambil
berbincang-bincang dengannya ..
Hari pun
semakin malam jam menunjukan pukul 22.30 makananpun semakin terkuras habis
,susupun juga habis , bahkan saya sudah meminum dua gelas . Perut pun juga
sudah terisi banyak dan kenyang .
Tapi
sebenarnya sejak tadi sebelum mengaji di pak sela saya sudah merasakan kencing
sampai saya makan di kamar pak aheng .
Kembali ke
cerita semula !!!! …
Setelah ku habiskan semua makanan itu, aku di suruh pak aheng untuk beristirahat, seketika itu saya langsung lari ke jading sambil menahan rasa kencing yang hamper keluar , ketika itu jeding baru di ro’ani , ku kira jading itubersih dan banyak airnya ,, ternyata semua jading yang ada di pondok kosong dengan air .
Setelah ku habiskan semua makanan itu, aku di suruh pak aheng untuk beristirahat, seketika itu saya langsung lari ke jading sambil menahan rasa kencing yang hamper keluar , ketika itu jeding baru di ro’ani , ku kira jading itubersih dan banyak airnya ,, ternyata semua jading yang ada di pondok kosong dengan air .
Saya pun
terus berlari dari jeding satu ke jading yang lain yang ada airnya, walaupun sedikit. Akupun
langsung bergegas dan mengeluarkan kencing dengan tenangnya.
Setelah itu
akupun kembali ke kamar dan tidur lelap, dan berlayar ke lautan mimpi
Tamat
Memang hanya ini cerita yg saya bisa aku tulis dan memang banyak
kesalahan di dalamnya . Tapi Alhamdulillah saya bisa menulis cerita ini sampai
selesai seperti ini .






0 komentar:
Posting Komentar