Sabtu, 04 April 2015

Menahan Dari Gencatan


Menahan Dari Gencatan
Created by: Rivan_Medioen el-g_penk
Pada waktu malam hari setelah mengikuti pengajian bersama pak slamet ( shela ) aku berjalan menuju kamar , setelah sampai di kamar aku ganti pakaian dan meletakkan kitab dan bolpointku di lemari .
Setelah itu aku pun pergi keluar kamar, ditengah perjalanan aku melihat seorang bapak berdiri di depan kamarnya . Akupun di panggil olehnya, tak lain bapak itu adalah guruku sendiri yaitu “ Bpk . Aheng” , kemudian aku disuruh untuk mengambil gallon di warung bawah pohon bamboo, setelah sampai  di kamar aku pun di suruh duduk olehnya .
Akupun disuruh istirahat olehnya dengan nafas yang agak deg-degan  karena kelelahan, setelah mengangkat gallon tadi saya disuguhi olehnya  roti dan segelas susu di temani temanku yang biasanya berada di kamar pak aheng sambil berbincang-bincang dengannya ..
Hari pun semakin malam jam menunjukan pukul 22.30 makananpun semakin terkuras habis ,susupun juga habis , bahkan saya sudah meminum dua gelas . Perut pun juga sudah terisi banyak dan kenyang .
Tapi sebenarnya sejak tadi sebelum mengaji di pak sela saya sudah merasakan kencing sampai saya makan di kamar pak aheng .
Kembali ke cerita semula !!!! …
Setelah ku habiskan semua makanan itu, aku di suruh pak aheng untuk beristirahat, seketika itu saya langsung lari ke jading sambil menahan rasa kencing yang hamper keluar , ketika itu jeding baru di ro’ani , ku kira jading itubersih dan banyak airnya ,, ternyata semua jading yang ada di pondok kosong dengan air .
Saya pun terus berlari dari jeding satu ke jading yang  lain yang ada airnya, walaupun sedikit. Akupun langsung bergegas dan mengeluarkan kencing dengan tenangnya.
Setelah itu akupun kembali ke kamar dan tidur lelap, dan berlayar ke lautan mimpi
Tamat
Memang hanya ini cerita yg saya bisa aku tulis dan memang banyak kesalahan di dalamnya . Tapi Alhamdulillah saya bisa menulis cerita ini sampai selesai seperti ini .

0 komentar:

Posting Komentar