Wedi Aku
Created by : M. Ahfan Azhari
Created by : M. Ahfan Azhari
Pagi-pagi buta, suasana begitu aneh dan aneh. Di waktu itu
akupun merasakan dengan penuh tanda Tanya, ba’da sholat subuh, aku beranjak
pergi meninggalkan sebuah gubuk mungil, temen-temen biasanya sebut dengan
sebutan patlikur. Langkah demi langkah ku menghiraukan, teman-temanku
mengajakku bal-balan(jowo,red). Pagi yang begitu dingin dan tentunya dan
tentunya sangat berembur. Nah, tentunya kejadian ini terjadi pada hari minggu,
aku dan teman-temanku mengayunkan langkah kaki dengan penuh kegirangan karena
kami ditantang bermain bal-balan dengan kamar 14(aliyah). Kami menuju stadion
karangsono, setiba disana kami bermain, singkat cerita kamipun kalah dengan
senang hati kamipun menerimanya dan mengakuinya. Selaesai pertandingan kamipu
pulang, tapi saya mengajak teman-teman ke gedung belakang (tribakti). Disana
kami leyeh-leyeh(kedirian,boys) dan aku bermain raketan(t.agungan,girls).
Dengan keasyikan-keasyikan aku menikmati semua ini, ketika aku melihat jam yang
ada di tanganku tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok
tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok jarum jam menunjukan angka
11.00 wib. Tiba-tiba dari selatan terlihat ada sesosok makhluk-makhluk yang
sangat bermacam-macam, raut wajahku bingung campur
bagaimanaaaaaaa,.,.,.,,,gitu!!!! Takut semakin meningkat, dekat terus mendekat.
Makhluk itu terus mendekati aku dan
temanku yang bersama dolanan raketan(t.agungan,red). Akupun lari kebirit birit
kebuncit buncit dan menemui teman-temanku yang sedang di atas gedung yang
sedang leyeh-leyeh dan enjoy menikmati suasana alam dan semilirnya angi yang
ada di Lirboyo ini. Aku langsung bergabung dengan teman-teman disana dengan
wajah yang ketakutan dan kepucatan.
“Wah wedi tenan aku rek”ungkapku
Tanya salah satu temanku
“Ono opo kog sajag’e menggeh-menggeh ngono?”
“Ora ono opo-opo”jawabku
“Tenan ra wi, gene kog ngono raiiimu????”
“Ngono piye lho raiiiku??”
“Yo pucet, keweden tho???”sahut temanku
“Mosok tho???”
“Ono opo kog sajag’e menggeh-menggeh ngono?”
“Ora ono opo-opo”jawabku
“Tenan ra wi, gene kog ngono raiiimu????”
“Ngono piye lho raiiiku??”
“Yo pucet, keweden tho???”sahut temanku
“Mosok tho???”
Selang waktu lama akupun memberanikan diri untuk melihat
makhluk-makhluk itu ke bawah, terlihat dari pager besi yang begitu
bercelah-celah terlihat ada segerombolan makhluk-makhluk itu sedang ada di
depan laboratorium computer. Aku memberanikan diri untuk turun (maklum arek
kendel). Dan melanjutkan permainan raketan(t.agung,red). Aku mencuekkan
makhluk-makhluk itu di kejauhan dari lokasi mataku memandang. Kemudian makhluk
itu beranjak lagi mendekati kami bermain, dari kedekatan mataku memandang TIBA
TIBA TIBA TIBA mataku memandang dengan penuh ketidak percayaan, dan lagi lagi
tak percaya ?????!!!!????? (pikiranku tak percaya amat) mataku memandang dan
memandang antara aku dan dia sekelompok. Lama sekali kamipun saling pandang
memandang, perasaanku tak percaya dengan semua ini, ternyata dia semuanya adalah
teman-temanku ketika dirumah dulu, dia mendekatiku dan menjulurkan tangannya
kepadaku, akupun merespon dengan sangat gemeteran, maklum aku dari dulu agak
takut dengan lawan jenis, karena memang dia semua cewek-cewek, temanku bermain
bersamaku tadi ikut tak percaya dengan kejadian ini, segelintir suara mengarah
ke telingaku :
“Sampean Ahfan tho???”Tanya salah satu temanku
“He’eh”jawabku
“Lha sampean mrene nyapo???”tanyaku
“Aku mrene school banding, bareng karo guru-guruku”jawab temanku
“He’eh”jawabku
“Lha sampean mrene nyapo???”tanyaku
“Aku mrene school banding, bareng karo guru-guruku”jawab temanku
Cakap-cakap lamapun terjadi, kamipun berpisah lagi dan aku
menitipkan salam kepada teman-temanku di rumah. Salah satu teman ceweku ada
yang meneteskan air mata, krena dulu dia pernah menganggapku sebagai sahabat
cowok paling baik. (he he he.,,. Koyok neng tv tv ftv). Tapi tenang, ini semua
fakta bukan opini,maklum dia pernah merantau bersama orang tuanya di luar
jawa,kamipun lama kurang lebih 3 tahun berpisah,dipun pulang bersama teman
temanya yang lain dengan meninggalkan pesan dan cerhatnya kepadaku,sudah gitu
aja,inilah salah satu pengalamanku ketika ada di pondok.
Pesan q : Ketika kontak hati sudah melekat,
tentu sahabat tak akan terlupakan meskipun waktu sudah memisahkan begitu lama
(insya allaha) he he






0 komentar:
Posting Komentar