Jumat, 03 April 2015

Wedi Aku



Wedi Aku
Created by : M. Ahfan Azhari
Pagi-pagi buta, suasana begitu aneh dan aneh. Di waktu itu akupun merasakan dengan penuh tanda Tanya, ba’da sholat subuh, aku beranjak pergi meninggalkan sebuah gubuk mungil, temen-temen biasanya sebut dengan sebutan patlikur. Langkah demi langkah ku menghiraukan, teman-temanku mengajakku bal-balan(jowo,red). Pagi yang begitu dingin dan tentunya dan tentunya sangat berembur. Nah, tentunya kejadian ini terjadi pada hari minggu, aku dan teman-temanku mengayunkan langkah kaki dengan penuh kegirangan karena kami ditantang bermain bal-balan dengan kamar 14(aliyah). Kami menuju stadion karangsono, setiba disana kami bermain, singkat cerita kamipun kalah dengan senang hati kamipun menerimanya dan mengakuinya. Selaesai pertandingan kamipu pulang, tapi saya mengajak teman-teman ke gedung belakang (tribakti). Disana kami leyeh-leyeh(kedirian,boys) dan aku bermain raketan(t.agungan,girls). Dengan keasyikan-keasyikan aku menikmati semua ini, ketika aku melihat jam yang ada di tanganku tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok tik tak tik tok jarum jam menunjukan angka 11.00 wib. Tiba-tiba dari selatan terlihat ada sesosok makhluk-makhluk yang sangat bermacam-macam, raut wajahku bingung campur bagaimanaaaaaaa,.,.,.,,,gitu!!!! Takut semakin meningkat, dekat terus mendekat. Makhluk itu terus mendekati  aku dan temanku yang bersama dolanan raketan(t.agungan,red). Akupun lari kebirit birit kebuncit buncit dan menemui teman-temanku yang sedang di atas gedung yang sedang leyeh-leyeh dan enjoy menikmati suasana alam dan semilirnya angi yang ada di Lirboyo ini. Aku langsung bergabung dengan teman-teman disana dengan wajah yang ketakutan dan kepucatan.
“Wah wedi tenan aku rek”ungkapku
Tanya salah satu temanku
“Ono opo kog sajag’e menggeh-menggeh ngono?”
“Ora ono opo-opo”jawabku
“Tenan ra wi, gene kog ngono raiiimu????”
“Ngono piye lho raiiiku??”
“Yo pucet, keweden tho???”sahut temanku
“Mosok tho???”
Selang waktu lama akupun memberanikan diri untuk melihat makhluk-makhluk itu ke bawah, terlihat dari pager besi yang begitu bercelah-celah terlihat ada segerombolan makhluk-makhluk itu sedang ada di depan laboratorium computer. Aku memberanikan diri untuk turun (maklum arek kendel). Dan melanjutkan permainan raketan(t.agung,red). Aku mencuekkan makhluk-makhluk itu di kejauhan dari lokasi mataku memandang. Kemudian makhluk itu beranjak lagi mendekati kami bermain, dari kedekatan mataku memandang TIBA TIBA TIBA TIBA mataku memandang dengan penuh ketidak percayaan, dan lagi lagi tak percaya ?????!!!!????? (pikiranku tak percaya amat) mataku memandang dan memandang antara aku dan dia sekelompok. Lama sekali kamipun saling pandang memandang, perasaanku tak percaya dengan semua ini, ternyata dia semuanya adalah teman-temanku ketika dirumah dulu, dia mendekatiku dan menjulurkan tangannya kepadaku, akupun merespon dengan sangat gemeteran, maklum aku dari dulu agak takut dengan lawan jenis, karena memang dia semua cewek-cewek, temanku bermain bersamaku tadi ikut tak percaya dengan kejadian ini, segelintir suara mengarah ke telingaku :
“Sampean Ahfan tho???”Tanya salah satu temanku
“He’eh”jawabku
“Lha sampean mrene nyapo???”tanyaku
“Aku mrene school banding, bareng karo guru-guruku”jawab temanku
Cakap-cakap lamapun terjadi, kamipun berpisah lagi dan aku menitipkan salam kepada teman-temanku di rumah. Salah satu teman ceweku ada yang meneteskan air mata, krena dulu dia pernah menganggapku sebagai sahabat cowok paling baik. (he he he.,,. Koyok neng tv tv ftv). Tapi tenang, ini semua fakta bukan opini,maklum dia pernah merantau bersama orang tuanya di luar jawa,kamipun lama kurang lebih 3 tahun berpisah,dipun pulang bersama teman temanya yang lain dengan meninggalkan pesan dan cerhatnya kepadaku,sudah gitu aja,inilah salah satu pengalamanku ketika ada di pondok.
Pesan q : Ketika kontak hati sudah melekat, tentu sahabat tak akan terlupakan meskipun waktu sudah memisahkan begitu lama (insya allaha) he he

0 komentar:

Posting Komentar