Cintaku Pada
lirboyo Al_mahrusiyah
Created by: Abdul Margiono
Created by: Abdul Margiono
Pada suatu hari setelah
saya lulus dari sdn 01 gula putih Mataram . Saya ingin sekali mencari ilmu
nahwu shorof, tetapi saya bingung mau nglanjutin dimana? . Tiba – tiba seorang
tetangga saya bilang kepada saya “ Dul mau nerusin dimana?” saya bingung maw
nerusin dimana mbak!. “Mendingan nerusin di pondok pesantren lirboyo aja disana
ada banyak ilmu yang bisa kamu dapet seperti nahwu shorof, MMQ, Dll. Akhirnya
saya berminat untuk nglanjutin di Ponpes Lirboyo, dan tibalah saatnya saya
berangkat ke ponpes Lirboyo.
Pada
hari jum’at saya tiba di Ponpes Lirboyo bersama keluarga saya, pas sampai ke Al
– Mahrusiyah saya langsung ketempat pendaftaran yaitu KPA ( Kantor Pusat
Administrasi ) setelah saya mendaftar saya langsung menuju kekamar yang dipilih
oleh Bpk. Irsyad ( Pengurus pendidikan sekarang ) Pertama kali saya berada di
kamar Bpk. Aheng ( Idi Tarsidi ) sambil menunggu keluar / pindahnya alumni
SINCERTY angkatan 11 – 12. Saya di kamar pak aheng selama 1 bulan lebih 1 hari
lebih 1 jam lebih 1 detik. Dan akhirnya pindahlah alumni sincerity . lemari
saya bagian tengah sendiri . pada suatu hari kedua ortu qw pergi menggalkanku,
dan saya menangis terharu pada suatu ketika bapak irsyad bilang.
“Dul dah jangan di pikirin terus
nanti ilmunya malah gak dapat. Saya bilang ya pak.pak irsyad memberi tau saya
biar betah mondok disini pertama saya mengikuti pencak silat pagar nusa selama
2 tahun dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti. Saya ingin mempelajari
ilmu nahwu shorof , saya sangat senang mondok di lirboyo saya mengetahui
tentang kitab–kitab kuning dan salaf saya juga mengetahui tentang islam yang
sebenarnya. Pada suatu hsri pak irsyad memanggil saya, ada apa pak? “katanya
pak irsyad”, ayo ikut ziaroh ke maqbaroh (maqbaroh itu tempat makamnya masayikh
lirboyo).Saya bilang dimana kak sayatanya di serambi induk.Akhirnya saya pergi
untuk ziaroh.Setelah saya ziaroh,saya diajak lagi ziaroh dimakamnya syeh
Al-Wasil(Istana gedung).Akhirnya saya menuju makamnya syeh Al Wasil dan untuk
ziaroh lagi.Setelah saya ziaroh saya kembali ke pondok Al-Mahrusiyah,setelah
tiba di pondok saya di certain horor.Ceritanya yaitu tentang makam
dempul.Setelah saya di certain saya di suruh kembali ke kamar .Saya sangat
heran pondok pesantren Lirboyo sangat menyeramkan tetapi kok santrinya malah
banyak.Setelah saya mengetahui sejarahnya ponpes Lirboyo saya sangat kagum
dengan kiai-kiainya,terutama almarhum almagfurullah KH.abdulloh Ma’sum
Jauhari,beliau bisa terbang,tidak mempan santet,tidak bisa di potong rambutnya
dan masih banyak lagi.Akhirnya saya betah mondok di lirboyo,rasanya tidak ingin
pulang ke rumah.Saya dengar-dengar dawuhnya KH.Mahrus Ali (kalau bisa santri
itu pulangnya 3 tahun sekali).
Dan akhirnya saya
berniat untuk melakukan dawuhnya mbah Mahrus Aly itu tadi 2 tahun di pondok
saya tidak pulang ,ehh secara tiba-tiba saya di suruh pulang sama kedua orang
tua saya,dan akhirnya saya pualang ke rumah Lampung.Saya waktunya tidak lama
Cuma 2 minggu kurang 2 hari kurang 18 jam.Setelah sholat Idul Fitri di rumah
saya ingin balik ke desa lirboyo, saya ingin sowan kepada masayikh” Lirboyo. 2
hari setelah Idul Fitri saya kembali kepondok tercinta yaitu Ponpes Lirboyo Al
– Mahrusiyah setelah sampai di pondok saya langsung disambut oleh teman saya
Sigit Gunarto “ Loh Dul kok dah balik cepet banget pulangnya” . “ya Git malas
aku dirumah lama – lama nanti aku ketinggalan absenan. 7 hari kemudian Seluruh
Kerabat VICTORY datang satu per satu dan berkumpul juga di kamar m.24
Dan
akhirnyapun KBM aktif seperti biasanya, saya sangat kangen dengan Ilmu Nahwu
Shorof yang telah saya dapat selama dua tahun, akhirnya belum juga mudeng”
tentang Nahwu Shorof. Dan tak terasa waktu terus berjalan, saya sekarang kelas
1 Tsanawiyah bagian G yang berawal dari PK 1, PK 2. Dan kelas formal saya
sekarang sudah kelas tiga MTS Al – Mahrusiyah.
Setelah
ini saya ingin meneruskan di Pondok HMC ( Hidayatul Mubtadi-iin Ceria ) yang
penuh dengan ilmu. Saya ingin sekali menjadi penerus KH. Abdul Karim, KH. Marzuqi
Dahlan, dan KH. Mahrus Aly. Dan saya ingin bercita – cita menjadi kyai lulusan
ponpes lirboyo dan esuk hari saya akan mendirikan Ponpes Lirboyo Cabang Lampung
( Amieeeennn,………. )
Dan inilah cerita yang dapat saya
ceritakkan kepada kalian, Ini ceritaku ! Mana Ceritamu?






0 komentar:
Posting Komentar